ILMU PENGETAHUAN DAN SOSIOLOGI

1.Apakah Ilmu pengetahuan (science)?

Manusia sebenarnya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang sadar.Kesadaran manusia itu dapat disimpulkan dari kemampuannya untuk berfikir, berkehendak, dan merasa.Dengan fikirannya manusia mendapatkan (ilmu) pengetahuan; dengan kehendaknya manusia mengarahkan perilakunya; dan dengan perasaannya manusia dapat mencapai kesenangan.Sarana untuk memelihara dan meningkatkan ilmu pengetahuan dinamakan logika, sedangkan sarana-sarana untuk memelihara serta meningkatkan pola perilaku dan mutu kesenian, masing-masing disebut etika dan estetika.Apabila pembicaraan dibatasi pada logika,maka hal itu merupakan ajaran yang menunjukkan bagaimana manusia berfikir secara tepat dengan berpedoman pada ide kebenaran.

Apakah sosiologi benar-benar merupakan suatu ilmu pengetahuan? Sejak mulakala,para pelopor sosiologi menganggapnya demikian; akan tetapi apakah anggapan tadi benar? Persoalan tersebut mungkin dapat diselesaikan dengan terlebih dahulu berusaha untuk merumuskan apakah yang dimaksudkan dengan ilmu pengetahuan (science).Secara pendek dapatlah dikatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan (knowledge) yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan mana selalu dapat diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya.Perumusan tadi sebetulnya jauh dari sempurna, akan tetapi yang terpenting adalah bahwa perumusan tersebut telah mencakup beberapa unsur yang pokok.Unsur-unsur(elements) yang merupakan bagian-bagian yang tergabung dalam suatu kebulatan adalah:

a.Pengetahuan(knowledge)

b.Tersusun secara sistematis

c.Menggunakan pemikiran

d.Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum (obyektif).

Yang dimaksudkan dengan pengetahuan adalah kesan didalam fikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya, yang berbeda sekali dengan kepercayaan (beliefs)takhyul(superstitions) dan penerangan-penerangan yang keliru (misinformations). Misalnya, dikalangan orang-orang Maridanim di Irian barat ada suatu kepercayaan bahwa sebelum mereka berburu harus diadakan upacara, didatangkan seorang dukun, dibacakan mantera-mantera dan dikeluarkan pula jimat-jimat supaya perburuan mereka berhasil.

Contoh lain adalah adanya anggapan (dahulu kala) tentang ras kulit putih yang mempunyai tingkat kepandaian yang melebihi tingkat kepandaian ras-ras dengan warna kulit lain.

Tinggalkan komentar